Sabtu, 30 Desember 2017

TUGAS REVIEW JURNAL

Judul
Corporate Social Responsibility Sebagai Strategi
Komunikasi Bisnis Perusahaan (study kasus PT ABC)
Jurnal
Jurnal Komunikasi  Bisnis ASPIKOM
Volume & Halaman
Vol. 2, No.5 Hal 346-356
Tahun
2015
Penulis
Marselinus Nuba Sabini dan Leila Mona Ganiem
Reviewer
Nurbani Hawa
Tanggal
29 Desember 2017

Latar Belakang Penelitian
Usaha di bidang pertambangan sering mengalami penolakan dari komunitas sekitarnya. Masyarakat sangat reaktif terhadap perusahaan tambang yang berinvestasi di daerahnya. Menurut Prayogo (2004: 47), ada beberapa faktor utama penolakan warga. Pertama, pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) tidak transparan. Sejak diberlakukannya otonomi daerah, IUP menjadi hak Kepala Daerah. Wewenang yang dimiliki sering dimanfaatkan untuk kepentingan politik seperti bantuan biaya untuk Pilkada. Industri pertambangan pada dasarnya bermanfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain ; (1) Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, (2)Hasil produksi tambang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun pasar internasional, sehingga hasil ekspor tambang tersebut dapat meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi negara. PT ABC merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan tembaga di wilayah Jawa Timur bagian utara. Sejak berdiri tahun 2012, PT ABC sudah menjalankan program Corporate Social Responsibilty (CSR) untuk membangun situasi yang kondusif di lingkungan sekitar. Banyak program yang dilakukan CSR PT. ABC untuk membangun citra positif namun penolakkan terhadap aktivitas pertambangan tetap ada. Kelompok penolak masih memiliki kecurigaan yang tinggi terhadap perusahaan. Kelompok penolak menilai ada hubungan ekonomi politik antara pengusaha PT. ABC dengan pengusaha yang mengakibatkan kerugian ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian deskriptif bersifat pemberian, artinya mencatat secara teliti segala gejala (fenomena) yang dilihat dan didengar serta dibacanya (melalui wawancara, catatan lapangan, foto, video, dokumen pribadi, catatan atau memo, dokumen resmi, tidak sresmi, dan lain-lain. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang dilakukan secara langsung dan mendalam dengan narasumber penanggungjawab program CSR, Humas PT. ABC, dan masyarakat penolak tambang. Data primer berupa pemahaman masyarakat penolak tambang dan perusahaan PT. ABC mengenai program CSR yang dilakukan, apakah tepat sasaran atau belum.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan PT.ABC sudah menjalankan program CSR, melalui program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan perbaikan infrastruktur. Kendati demikian, penolakan masih tetap ada. Beberapa faktor penyebabnya adalah program masih terbatas pada kelompok tertentu, penyerapan tenaga kerja masih terbatas, kecenderungan korporasi untuk tertutup terhadap beberapa isu sensitif, seperti perolehan IUP, penambangan liar dan kerusakan lingkungan. Selain itu, kendala yang dihadapi adalah korporasi kurang berkomunikasi secara terbuka dengan kelompok penolak, program CSR masih terbatas pada beberapa kelompok, keterbatasan kompetensi berkomunikasi karyawan CSR terkait tambang, serta adanya kepentingan pribadi dari kelompok penolak dengan memanfaatkan isu tambang. Sejauh ini, sikap penolakan masyarakat sangat dinamis, ada beberapa tokoh yang sebelumnya menolak, akhirnya mendukung tambang karena aspirasinya diakomodasi oleh PT. ABC. Banyak masyarakat yang konsisten untuk tetap menolak karena masih menilai bahwa PT. ABC belum memberi banyak manfaat untuk warga sekitar tambang.

Sumber : http://www.ejurnal.com/2016/04/corporate-social-responsibility-sebagai.html?m=1

Minggu, 12 November 2017

Tugas 2 Komunikasi Bisnis Manfaat Komunikasi Bisnis di DUNIA BISNIS

*Teknologi dalam Komunikasi Tertulis*
Teknologi komunikasi dibedakan menjadi dua, yaitu teknologi dalam komunikasi tertulis dan teknologi dalam komunikasi lisan. Komunikasi tertulis secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : ditulis tangan, cetak (print), dan dokumen dengan menggunakan alat elektronik.

1. Penyusunan Dokumen Cetak
            Software yang paling umum dan paling banyak digunakan untuk membuat dokumen cetak adalah Word Processor. Word Processor akan membantu penyusunan dokumen cetak dengan lebih efektif dalam hal waktu dan usaha.
            Desktop Publishing merupakan software yang disusun untuk melakukan komputerisasi proses penyusunan pesan akhir. Desktop publishing mampu untuk menyusun pesan yang dilengkapi gambar dan foto-foto dalam satu program.
            Manfaat dari dokumen cetak sendiri bagi dunia bisnis dan dalam penyusunannya dapat dibedakan menjadi lima tahap, yaitu :
a)         Perencanaan dokumen cetak
Dalam menyusun dokumen cetak kadang-kadang tidak perlu perencanaan secara serius, cukup menuliskan saja apa yang ingin disampaikan kepada audience. Misalnya dalam menuliskan memo yang diberikan kepada bawahan, yang isinya meminta bawahan tersebut untuk kerja lembur.
Namun dapat pula terjadi, penyusunan dokumen perlu perencanaan dengan seksama, yang mencakup perencanaan mengenai siapa audience atau receiver yang akan meneriman pesan tersebut. Hal ini disebabkan audience yang berbeda membutuhkan pesan yang berbeda atau kalaupun inti pesannya sama, tetapi formatnya berbeda.
Setelah menentukan siapa audience kemudian menentukan apa isi pesan tersebut, yang biasanya disebut ide pokok. Komunikator dapat memanfaatkan komputer untuk penyusunan isi pesan dengan menggunakan analisis statistik dan text retrieval.
Kemudian terakhir menyangkut bagaimana krangka dari pesan tersebut akan dibuat.
b)        Penyusunan dokumen cetak
Apabila tahap perencanaan telah selesai, selanjutnya adalah tahap penyusunan dokumen. Dalam tahap ini prinsipnya adalah bagaimana memasukan tulisan kedalam dokumen.
c)         Revisi dokumen cetak
Setelah dokumen disusun, dokumen perlu dilihat kembali apakah ada kesalahan-kesalahan yang perlu dibetulakan atau tidak. Apabila ada kesalahan yang perlu dibetulkan berarti perlu melakukan revisi dokumen. Teknologi yang dapat membantu merevisi dokumen antara lain pembetulan hurup (spell checker).
d)        Produksi Dokumen Akhir
komputer dengan berbagai program dapat membantu dalam memproduksi dokumen, sehingga lebih profesional dan lebih menarik. Selain itu, teknologi cetak (printer) juga sudah berkembang, bukan hanya mampu mencetak dokumen tulis dan grafik-grafik, tetapi juga gambar/foto dengan resolusi warna yang hampir menyamai cetak foto.
e)         Distribusikan Dokumen Cetak
Dalam mendistribusikan dokumen misalnya proposal penjualan, undangan atau surat bisnis lain yang isinya sama, kepada banyak orang dapat menggunakan mail merge. Mail merge digunakan untuk menuliskan nama dan alamat yang dituju dengan tampilan atau bentuk yang standar. Lebih dari itu, khusus dalam pendistribusiannya dapat menggunakan mesin fax.

*Teknologi Dalam Komunikasi Lisan*
              Anda mungkin sudah memahami beberapa perbedaan antara komunikasi tertulis dengan komunikasi lisan. Komunikasi lisan menunjukkan pesan yang dikirimkan melalui suara yang keluar dari satu orang ke orang lain.
             Mengenai teknologi dalam komunikasi lisan, pembahasan akan dibagi menjadi dua, yakni teknologi dalam komunikasi lisan individual dan teknologi dalam komunikasi lisan kelompok.

*Teknologi dalam komunikasi lisan individual*
            Teknologi dalam komunikasi lisan individual terdiri dari telepon, pager, dan voice mail.

2.     Telepon
Telepon merupakan teknologi komunikasi lisan individual yang paling populer dan paling banyak digunakan. 
Manfaat bagi dunia bisnis: Karena dengan menggunakan teknologi telepon seseorang dapat mudah menjangkau orang lain yang dituju, dengan biaya set-up yang murah dan biaya percakapan yang relatif terjangkau.

3)      Pager
Pager merupakan teknologi komunikasi yang digunakan untuk menjangkau karyawan yang bearada diluar kantor (biasanya tugas lapangan). 
Manfaat bagi dunia bisnis: Dimana suatu radio penerima dapat menangkap pesan yang dikirim dari kantor.

4)      Voice Mail
Merupakan kombinasi dari telepon dan computer, dimana dengan teknologi ini memungkinkan penggunanya untuk menjawab panggilan telepon, menyimpan suara, dan memunculkan kembali pesan dalam bentuk suara. 
Manfaat bagi dunia bisnis: Voice mail ini memungkinkan orang untuk melakukan tugas-tugas dengan lebih produktif, dari sekedar menjawab panggilan (dering) telepon, namun beberapa orang tidak puas dengan jawaban komputer ini.

*Teknologi dalam Komunikasi Lisan Kelompok*

5)      Teleconverence
Teleconverencing terdiri dari audioconference dan video converence. Perbedaan dari
keduanya yaitu adalah dalam audio conference orang hanya dapat bercakap-cakap bersama-sama seperti dalam suatu pertemuan, namun antara orang satu dengan orang lain tidak dapat saling melihat (bertatap muka). Sedangkan dalam videoconference memungkinkan untuk bercakap-cakap sekaligus bertatap muka melalui layar atau monitor. 
Manfaat bagi dunia bisnis: Dengan menggunakan teleconference memungkinkan orang-orang yang berada pada lokasi yang berbeda untuk mengadakan rapat atau pertemuan tanpa saling bertemu secara fisik.

Sumber :
  https://www.kompasiana.com
  yuniehilaly.blogspot.com

Tugas 1 Komunikasi Bisnis Ilustrasi Percakapan

Ilustrasi Komunikasi Bisnis
Oleh
Nurbani Hawa

Npm 18214201

*ILUSTRASI MELALUI TELEPON*







Kesimpulannya:
Ilustrasi antara customer service ( Romi ) dengan Ibu Arin berhasil karena sikap Romi

yang cekatan dalam mengangkat telepon dan fokus kepada pembicaraannya dengan 

bu Arin selain itu Romi juga mencatat poin-poin penting percakapannya dengan bu 

Arin, sehingga Romi dapat memahami dan mengkonfirmasi isi pesanannya bu Arin 

dengan baik.






Kesimpulannya:
Komunikasi antara customer service (Andina) dengan Ibu Salsa gagal karena sikap 

Andina yang menunjukkan etika yang tidak baik dalam mengangkat telepon, dan Andina

tidak menyebutkan nama perusahaan tempat dia bekerja, selain itu Andina juga 

menggunakan bahasa yang tidak formal dalam percakapan di telepon dengan bu Salsa, 

Andina juga tidak terfokus pada percakapan yang di bicarakan dengan bu Salsa.