Rabu, 12 November 2014

Tugas IBD Resensi Novel Layla Majnun

Kelompok 3
Nama Kelompok :
Aji Yeprianto
Farhan Ramadhan
Nurbani Hawa
Retno Widiastuti
Rizki Muzdalifah
Wahyu Gesang
Kelas : 1EA05
 RESENSI NOVEL LAYLA MAJNUN
Judul : Layla Majnun; Pengantin Abadi dari Surga
Pengarang : Nizami
Penerbit : Kayla Pustaka
Tahun  : 2009
Genre  : Novel Sastra
Tebal   : 236 Halaman
ISBN.   : 978-979-17997-2-0
Layla Majnun, sebuah roman cinta yang telah melegenda di seluruh dunia. Roman yang diilhami dari kisah nyata. Nizami Ganjavi mengumpulkan cerita cinta Qays dan Layla pada tahun 1188. Cerita tentang Layla Majnun ini awalnya adalah cerita mulut-kemulut sepeninggal kedua pecinta itu, maka dari itu banyak versi cerita Layla Majnun yang beredar dan hanya Syaikh Nizami yang berhasil mengumpulkan dan membuat roman yang sangat terkenal di dunia.
Novel karya Nizami Ganjavi ini mempunyai cara penyampaian yang sangat unik membuat orang yang membacanya seakan kembali ke jaman Persia dulu. Nizami Ganjavi menggunakan syair dalam novelnya Banyak sekali syair-syair yang membuat orang-orang terpana karena keindahan syairnya, yang membuat kita sadar akan kekuatan cinta yang membuat kita lupa diri, ketulusan cinta yang mengalahkan segalanya. Cerita Layla Majnun ini dimulai ketika Seorang Kabilah bani Amir yang ingin mempunyai seorang anak, dan akhirnya lahirlah seorang anak laki-laki yang tampan bernama Qays. Qays menjadi seorang pemuda tampan yang disenangi temannya. Suatu saat dia menjalin hubungan dengan seorang gadis bani Qhatibiah yang bernama Layla. Orang tua Layla tidak suka anaknya menjalin hubungan gelap dengan Qays dan kemudain mereka dipisahkan. Majnun menjadi putus asa dan menjadi gila dan mempunyai julukan “Majnun” si gila. Beberapa kali ia sudah ingin bertemu dengan Layla tetapi usahanya selalu gagal. Akhirnya Layla menikah dengan orang lain yang membuat Qays terpukul. Walaupun Layla telah menikah, Layla tetap mencintai Qays sampai akhirnya suami Layla meninggal. Setelah Suaminya meninggal Qays sudah siap untuk menyatukan cinta mereka, tetapi apa daya, Qays sudah gila, ia kemudian meninggalkan Layla. Tidak lama setelah itu Layla meninggal disusul dengan Qays yang meninggal diatas kuburan Layla.
Banyak amanat yang bisa dipetik dari novel ini. Novel ini mengajarkan bahwa cinta itu selalu ada membuat kita hidup, cinta adalah sumber kehidupan, dan percayalah pada kekuatan cinta.
Hal yang menarik dalam cerita ini adalah bagaimana pengarangnya menceritakan alurnya. Alurnya sangat enak untuk dinikmati. Penulis sangat memberikan atmosfer cinta yang begitu kental kedalam novel ini. Banyaknya syair-syair cinta buatan Qays juga membuat novel ini hidup, dengan syair arab yang begitu kental dan sangat mudah untuk diserapi.
sumber : http://nhuryadhy.wordpress.com/2012/11/21/resensi-novel-layla-majnun/

0 komentar:

Posting Komentar